Senin, 21 Januari 2013
-
Perkenalkan aku adalah seorang siswa yg bersekolah di salah satu SMP terkemuka di DKI Jakarta, Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku yg baru saja terjadi yg tidak akan bisa aku lupakan !
Langsung saja kita kecerita utama
Ketika matahari terbit di hari minggu yg cerah diminggu lalu, aku berinisiatif untuk berolahraga disalah satu komplek olahraga yang terkemuka yaitu senayan jakarta sport center(satu komplek dengan GBK) . Pada pukul 06.00 pagi aku berangkat ketempat tujuan seorang diri , aku menaiki bus antarkota , 45 menit kemudian aku telah sampai disenayan , dan aku menyebrang melalui koridor busway , saat di koridor terlihat sekali banyak orang ,aku berinisiatif untuk diam sejenak dikoridor sambil meminum sebuah es kelapa yang aku beli tadi ,disinilah awal cerita dimulai ,
Saat itu aku sedang minum es kelapa sambil menikmati udara segar kota jakarta , tiba tiba datang 3 orang anak yang menawariku tisu "tisunya kak" sontak dengan perilaku masyarakat jakarta aku hanya mengangkat tangan sebahu dan berkata "maaf" tanpa tersenyum sedikit pun , mereka pun dgn sopan berkata "Terimakasih kak" aku pun hanya diam saja dan belum tau kemuliaan mereka . Aku pun memandangi mereka kemanapun mereka menawarkan tisu kepada orang lain disekita koridor dan orang yang mereka tawari disitu sama seperti ku menolak , mengangkat tangan sebahu dan berkata maaf , tapi ketiga anak itu selalu mengucapkan terimakasih dengan senyum dan sopan , kemudian datanglah seorang wanita yang ingin membeli tisu mereka ,"Tisunya dek satu nya berapa?"
"2500 mba , mba mau membeli" "iya saya ingin membeli 1" lalu anak itu pun memberikan sebuah tisu kepada wanita iti dan wanita itu membayar dengan uang 10rb yg ia ambil dari dompetnya , "ini dek uangnya kembaliannya kamu ambil saja yaa!" dengan ekspresi kaget ketiga anak itu berkata "tunggu dulu mba , saya akan carikan kembalian dibawah sana" lalu satu anakpun mencari kembalian dan 2 anak itu menghadang wanita itu agar tidak pergi . Anak pertama yg mencari kembalian itu pun tidak menemukan kembalian tetapi ia tetap bersemangat lalu anak kedua pun berkata "Hey coba lihat kakak itu siapa tau ia mempunyai uang receh"sambil menunjuk kearahku , Aku hanya bisa diam , dan tepat apa yg aku pikirkanpun terjadi , anak itu menghampiri ku dan berkata "ada uang receh kak?Bolehkah aku menukar" terus aku berkata sambil terbata bata "aku hanya ada uang 6500 sambil tertegun" , "Bolehkan aku meminjam sebentar kak, nanti akan ku kembalikan setelah mengasih kembalian kepada wanita disana" aku berkata "Ini ambilah , tak dikembalikkanpun tak apa apa"sambil menyerahkan uang itu kepada anak itu , anak itu langsung pergi ke wanita itu dan memberikan sebuah kembalian dr uangku tadi , dan kembalian wanita itu kurang 1000 , wanita itu pun pergi meninggalkan ketiga anak itu , Tinggalah aku dan ketiga anak itu , ketiga anak itupun menghampiriku , anak pertama dan kedua menjagaku agar aku tidak pergi karena mereka ingin mengembalikkan uangku , anak ketiga berkata "kak tunggu disini sebentar ya?aku ingin menukarkan uang dan ingin mengembalikkan uang kaka di tukang es kelapa dibawah" , Aku hanya bisa diam dan memandanginya , ingin rasanya aku pergi meninggalkan ketiga anak itu , tapi kaki ini terasa lengket dan tidak bisa berjalan , Akupun berkata "sudah ambil saja uang itu aku ikhlas dan wanita yang tadipun sepertinya sama sepertiku, dia ikhlas" Lalu satu dari dua anak itu berkata "jangan kak itu uang , uang sangat sulit dicari bahkan kamipun sangat sulit mencari uang" aku berkata"sudah lebih baik aku pergi" -"jangan kak bagaimana dengan uang kakak?" -"sudah kalian ambil saja'" - "yasudah ambil ini kak"satu dr dua anak itu menyerahkan 3 buah tisu kepadaku, aku berkata"untuk apa ini?" -"itu sebagai tanggung jawab bagi kami jika uang kakak tidak dikembalikkan ambilah tisu itu dan jika kakak kembali kami akan mengembalikan uang kakak seperti semula" Mendengar jawab itu aku terasa tersambar Petih disiang bolong, lalu aku berkata "aku jarang ketempat ini, bagaimana kalian bisa bertemu dengan ku lagi" belum sempat menjawab tiba tiba datang bocah yg menukarkan uang ketukan es kelapa tadi dan berkata kepadaku "ini kak uangnya , maaf menunggu lama" aku hanya bisa mengambil uang itu dengan tangan kaku dan mengembalikkan 3 buah tisu itu tanpa sedikit pun berbicara, ingin aku berbicara tapi mulut ini berasa kaku , lalu ketiga anak itupun pergi meninggalkanku , dan satu dari 3 anak itu berkata kepada temannya "eh dimana wanita yg tadi kalau kita ketemu kita balikkin uangnya , lo hafal kan muka wanita yg tadi , iya gua tau" tiba tiba suara itupun perlahan lahan menghilang dari telingaku , " mungkin sebuah kejujuran adalah kata yg sederhana tapi sangat sulit untuk dilakukan , kejujuran adalah sebuah mata uang yg paling berharga dan mahal harganya untuk hidup didunia ini
Langganan:
Postingan (Atom)