Sabtu, 27 April 2013

kisah seorang anak dan pohon apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. ” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah .” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. ” “Oooh, bagus sekali.. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
untuk itu kawan kita harus menghormati dan menyayangi orang tua kita, karena kelak kita juga akan di hormati dan disayangi oleh anak-anak kita.

Jumat, 05 April 2013

Cara bersyukur seorang anak (Kisah Inspiratif)


kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalamanku oke tanpa basa-basi marilah kita ke cerita utama. Pada suatupagi yang cerah aku beradadi sebuah taman yang indah, taman tersebut tampak sepi tidak ada oranghanya aku seorang diri yang sedang duduk sambil menikmatiudara yang segar, kemudian datanglah seorang ayah dan anak laki-laki (berusia kurang lebih 7 tahun), kemudian mereka duduk di kursi sebelah kananku, merekapun terlihat saling berbahagia dan bercerita dengan riang, sang anak bercerita tentang kegiatanya di sekolah dengan sangat serius dan sang ayahpun terus meladeninya., mereka tampak berbahagia, aku hanya bisa tersenyum lebar dan hatiku nyaman berada disini. Kemudian datanglah seorang kakek tua (sepertinya seorang pengemis) dan meminta kepada anak dan ayah itu, lalu sang anakpun memberikan uang Rp.30.000 yang diambil dari sakunya, sang kakekpun terlhat sangat senang lalu mengucapkan banyak terima kasih kepada anak itu, kemudian sang kakek itupunpergi, aku heran mengapa anak itu memberikan uang Rp.30.000, aku ingintahu alasan anak itu, tapi untuk apa juga aku ingintahu? pikirku" akupun langsug mengotak_atik handphone ku, tiba-tiba sang ayahpun berkata kepada anak itu"mengapa engkau berikan semuanya? bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk makan kakek tua taid dalam semalaman? anak itu pun menjawab"yah selama aku bisa memberi dan bukankah kita masih mampu yah? lihatlah keluarga kita setiap hari kita makan 3x sehari bahkan lebih tapi lihatlah kakek tua itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pun sulit, lihatlah keluarga kita ketika kita berpergian kita selalu mamakai busan yang indah dan bahkan dengan hargayangmahal, coba lihat kakek tadi ketika berpergian bajunya sangat lusuh, kotor, compang camping, dan ketika berpergian pun kita selalu menggunakan kendaran coba lihat kakek tadi mungkin jika ia erpergian ia selalu berjalan beribu2 meter dan itupun hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semalam.tek hatikupun terdiam dan akupun tertegun mendengar jawaban itu.Terlihat olehku bagaimana ayahnya sangat kaget mendengar jawaban seperti itu.kemudian ayahnya pun kembali bertanya"lalu bagaimana uang jajanmu satu minggu kedepan? (jadi uang Rp.30.000 itu uang jajan sang anak selama satu minggu) sang anak pun menjawab"yah dengarlah aku masih mempunyai orang yang mencintaiku dan menyayangiku setiap saat di dunia ini yaitu ayah dan ibu, coba ayah lihat kakek tua tadi mungkin hidupnya hanya sebatng kara didunia ini, jadi aku yakin apa yang aku inginkan akan diberikan asalkan itu asalkan itu permintaan yang tidak merepotkan dan dilakukan dengan cara kebaikan. balas sang anak, lalu sang ayah pun kembali mengujinya dengan bertanya, "kok kamu yakin sih ayah dan ibu akan mengembalikan uang mu ayah engga janji loh". ayah aku sangat yakin ayah akan mengembalikan uangku.  ayah jika ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari tuhan yang dititipkan kepada ayah dan ibu, maka aku sangat yakin ayah dan ibu tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua tadi, sontak saja aku hanya kaget dan terkagum dengan jawaban anak ini, sama seperti sang ayah yang mungkin sudah kehabisan kata-kata, dan sanggat terkagum dengan anaknya, kemudian sang ayah pun berdiri dari kursinya dan lalu berjongkok sambil memegangi kedua pundak anaknya dan berkata" ayah berjanji akan menjagamu dan merawatmu sampai tuhan yang menentukan batas umur ini, sambil mata sang ayh berkaca2. lalu dengan

Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak membalas,“Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan ibu sangat mencintai dan menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan ibu, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan ibu hidup seperti kakek tua itu. kemudian dengan perasaan haru hatikupun bergetar aku memutuskan untuk pergi dan meninggalkan taman.Dari kejauhan terlihat sang ayah menangis dengan haru dan memeluk anaknya dengan rasa cinta yang dibarengi dengan kasih sayang.Aku bingung mengapa anak sekcil itu mampu berfikir seperti itu, kadang aku pun tidak pernah memfikirkan hal seperti ini, dan diperjalanan pulangpun aku berfikir ini seperti sebuah sinema telenovela dimana aku menjadi pemeran figuran dan anak dan sang ayahpun menjadi pemeran utama.
Kawan untuk itu kita harus mencintai, menyayangi, menghormati, menghargai semua orang di sekeliling kita, karna kelak kita juga akan dicintai, disayangi, dihormati, dandihargai oleh orang-orang spesial dan paling istimewa didalam kehidupan kita.

Sabtu, 23 Maret 2013

Kasih sayang seorang ibu yang tidak kalian ketahui

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis

 Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.
Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”


Sahabat, seberapapun jasa yang telah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu. Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasih? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatku, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau.

Kamis, 21 Maret 2013

Kisah atlet inspiratif dan ayahnya

Dikutip dari sebuah kisah nyata.

olimpiade Barcelona, 1992.
Enam puluh lima ribu pasang mata hadir di stadion itu. Semua hendak menyaksikan event atletik besar di ajang olahraga terbesar seplanet bumi.



Nama lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-. Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea. Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk ini.

Suara pistol menanda dimulainya perlombaan. Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan mendapatkan medali yang diimpikannya selama ini.
Namun tak ada yang menyangka ketika justru di performa puncaknya, ketika ia sedang memimpin perlombaan tersembut, tiba-tiba ia didera cedera. Secara tiba-tiba di meter ke 225 tersebut, timbul rasa sakit luar biasa di kaki kanannya. Saking sakitnya, seolah kaki tersebut telah ditembak sebuah peluru. Dan seperti orang yang ditembak kakinya, Derek Redmond pun menjadi pincang. Yang ia lakukan hanya melompat-lompat kecil bertumpu pada kaki kirinya, melambat, lalu rebah di tanah. Sakit di kakinya telah menjatuhkannya.

Derek sadar, impiannya memperoleh medali di Olimpiade ini pupus sudah.
Melihat anaknya dalam masalah, Ayahnya yang berada di atas tribun, tanpa berpikir panjang ia segera berlari ke bawah tribun. Tak peduli ia menabrak dan menginjak sekian banyak orang. Baginya yang terpenting adalah ia harus segera menolong anaknya.

Di tanah, Derek Redmond menyadari bahwa impiannya memenangkan olimpiade pupus sudah. Ini sudah kedua kalinya ia berlomba lari di Olimpiade, dan semuanya gagal karena cidera kakinya. Namun jiwanya bukan jiwa yang mudah menyerah.  Ketika tim medis mendatanginya dengan membawa tandu, ia berkata, “Aku tak akan naik tandu itu, bagaimanapun juga aku harus menyelesaikan perlombaan ini”, katanya.

Maka Derek pun dengan perlahan mengangkat kakinya sendiri. Dengan sangat perlahan pula, sambil menahan rasa sakit dikakinya, ia berjalan tertatih dengan sangat lambat. Tim medis mengira bahwa Derek ingin berjalan sendiri ke tepi lapangan, namun mereka salah. Derek ingin menuju ke garis finish.

Di saat yang sama pula Jim, Ayah Derek sudah sampai di tribun bawah. Ia segera melompati pagar lalu berlari melewati para penjaga menuju Anaknya yang berjalan menyelesaikan perlombaan dengan tertatih kesakitan. Kepada para penjaga ia hanya berkata, “Itu anakku, dan aku akan menolongnya!”

Akhirnya, kurang 120 meter dari garis finish, sang Ayah pun sampai juga di Derek yang menolak menyerah. Derek masih berjalan pincang tertatih dengan sangat yakin. Sang Ayah pun merangkul dan memapah Derek. Ia kalungkan lengan anaknya tersebut ke bahunya.

“Aku disini Nak”, katanya lembut sambil memeluk Anaknya, “dan kita akan menyelesaikan perlombaan ini bersama-sama.

Ayah dan anak tersebut, dengan saling berangkulan, akhirnya sampai di garis finish. Beberapa langkah dari garis finish, Sang Ayah, Jim, melepaskan rangkulannya dari anaknya agar Derek dapat melewati garis finish tersebut seorang diri. Lalu kemudian, barulah ia merangkul anaknya lagi.

Enam puluh lima ribu pasang mata menyaksikan mereka, menyemangati mereka, bersorak bertepuktangan, dan sebagian menangis. Scene Ayah dan anak itu kini seolah lebih penting daripada siapa pemenang lomba lari.

Derek Redmond tak mendapat medali, bahkan ia didiskualifikasi dari perlombaan. Namun lihatlah komentar Ayahnya.

“Aku adalah ayah yang paling bangga sedunia!, Aku lebih bangga kepadanya sekarang daripada jika ia mendapatkan medali emas.”

Dua tahun paska perlombaan lari tersebut, dokter bedah mengatakan kepada Derek bahwa Derek tak akan lagi dapat mewakili negaranya dalam perlombaan olahraga.

Namun tahukah kalian apa yang terjadi?

Lagi-lagi, dengan dorongan dari  Ayahnya, Derek pun akhirnya mengalihkan perhatiannya. Dia pun menekuni dunia basket, dan akhirnya menjadi bagian dari timnas basket Inggris Raya. Dikiriminya foto dirinya bersama tim basket ke dokter yang dulu  memvonisnya takkan mewakili negara dalam perlombaan olahraga.

Jika kasih ibu, adalah melindungi kita dari kelamnya dunia, maka kasih sayang seorang Ayah adalah mendorong kita untuk menguasai dunia itu. Seorang Ayah akan senantiasa mendukung, memotivasi, men-support, dan membersamai kita dalam kondisi apapun. Ayah pulalah yang akan meneriakkan kita untuk bangkit, lalu memapah kita hingga ke garis finish. Karena mereka tak ingin kita menyerah pada keadaan, sebagaimana yang ia contohkan.

Kutipan Cristiano Ronaldo

kali ini gue akan mengshare tentang kutipan dari seorang pesepakbola terhebat didunia yaitu cristiano ronaldo, walaupun dia terlihat arogan tapi hatinya engga se arogan kelakuanya, engga percaya? nih gue share beberapa kutipan dari dia tentang hidup, impian dan perjuangan, yang gue kutip dari beberapa sumber.

Menjadi bahagia itu tidak mudah, tapi juga tidak rumit.
Semuanya dimulai dari cara pandangmu saja.
-Cristiano Ronaldo

kebahagian adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan mempunyai kebranian untuk berusaha mewujudkanya menjadi kenyataan.
-Cristiano Ronaldo

jangan menunda sebuah pekerjaan, lebih baik menyesali apa yang kamu kerjakan, daripada menyesali apa yang tak pernah kamu kerjakan.
-Cristiano Ronaldo

 penyesalah hanya akan membuang waktumu, tetap semangat dan berpikir positif.
-Cristiano Ronaldo

tak peduli seberapa buruknya masa lalumu, melihat ke belakang tak akan mengubah apa pun.
-Cristiano Ronaldo

kegagalan seringkali terjadi, yang bisa membuatmu menjadi lebih baik adalah bagaimana reaksimu terhadap kegagalan tersebut.
-Cristiano Ronaldo

dalam hidup yang terpenting bukanlah kemenangannya tetapi usaha untuk mencapainya.
-Cristiano Ronaldo

 kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengubah masa depan dengan belajar dari masa lalu.
-Cristiano Ronaldo

Selasa, 12 Februari 2013

kalimat bijak tentang kehidupan

Kita tidak pernah belajar berani & sabar .jika hanya ada sukacita di dunia ini.

Kita tidak bisa sukses kalau hanya memikirkan apa yg akan kita perbuat.

kita tidak bisa mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yg keliru. Mereka mencari kekuatan, sukses & kekayaan untuk diri mereka sendiri.

 Kita adalah makhluk pilihan, kita mempunyai kemampuan untuk memilih bagaimana cara kita akan bereaksi terhadap keadaan apa saja.

 Kita tidak bisa Merubah Hari kemarin, yg kita bisa lakukan hanyalah Hidup untuk hari ini dan Membuat sesuatu yg lebih baik di Hari Esok.

 Kita tak slalu mndptkan apa yg kita inginkan , maka belajarlah untuk hidup dengan apa yg kita punya.

 kita sering menyalahkan situasi yg kita hadapi, Tapi sebenarnya situasilah yg mendewasakan kita.

Kita mencela org yg membuka rahasia kita. Tapi kita tak pernah mecela diri kita yg sudah membuka rahasia kita kepadanya.

 Keyakinan pertama yg harus kita miliki sebagai manusia adalah keyakinan bahwa kita dilahirkan sebagai pemenang.

 Ketika kita merasa Gagal Yang harus kita lakukan adalah Bangkit dan terus mencoba hingga mencapai Kesuksesan.

 Ketika kita menjadi tua, waktu akan membuat kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, sebagai ganti dari orang-orang yg kita cintai.

 Ketika kesedihan dan kesakitan menyapa, percayalah, itu adalah satu cara Tuhan untuk menguatkan kita.

Ketika kamu tidak merendahkan orang lain, ketika itulah orang lain akan salut dan kagum kepadamu.

kita hrus mnghormati, menghrgai, dan  mencintai seorng guru sprti apa yg kta lkukan trhdp ke 2 org tua kita, karna kelak kita jga akan di hormati di hrgai, dan dicntai oleh orng-orng spesial dan istimewa di dalam kehidupan kita.

 

 

Senin, 21 Januari 2013

Believe and Brave: -

Believe and Brave: -: Perkenalkan aku adalah seorang siswa yg bersekolah di salah satu SMP terkemuka di DKI Jakarta, Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku ...