Jumat, 05 April 2013
Cara bersyukur seorang anak (Kisah Inspiratif)
kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalamanku oke tanpa basa-basi marilah kita ke cerita utama. Pada suatupagi yang cerah aku beradadi sebuah taman yang indah, taman tersebut tampak sepi tidak ada oranghanya aku seorang diri yang sedang duduk sambil menikmatiudara yang segar, kemudian datanglah seorang ayah dan anak laki-laki (berusia kurang lebih 7 tahun), kemudian mereka duduk di kursi sebelah kananku, merekapun terlihat saling berbahagia dan bercerita dengan riang, sang anak bercerita tentang kegiatanya di sekolah dengan sangat serius dan sang ayahpun terus meladeninya., mereka tampak berbahagia, aku hanya bisa tersenyum lebar dan hatiku nyaman berada disini. Kemudian datanglah seorang kakek tua (sepertinya seorang pengemis) dan meminta kepada anak dan ayah itu, lalu sang anakpun memberikan uang Rp.30.000 yang diambil dari sakunya, sang kakekpun terlhat sangat senang lalu mengucapkan banyak terima kasih kepada anak itu, kemudian sang kakek itupunpergi, aku heran mengapa anak itu memberikan uang Rp.30.000, aku ingintahu alasan anak itu, tapi untuk apa juga aku ingintahu? pikirku" akupun langsug mengotak_atik handphone ku, tiba-tiba sang ayahpun berkata kepada anak itu"mengapa engkau berikan semuanya? bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk makan kakek tua taid dalam semalaman? anak itu pun menjawab"yah selama aku bisa memberi dan bukankah kita masih mampu yah? lihatlah keluarga kita setiap hari kita makan 3x sehari bahkan lebih tapi lihatlah kakek tua itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pun sulit, lihatlah keluarga kita ketika kita berpergian kita selalu mamakai busan yang indah dan bahkan dengan hargayangmahal, coba lihat kakek tadi ketika berpergian bajunya sangat lusuh, kotor, compang camping, dan ketika berpergian pun kita selalu menggunakan kendaran coba lihat kakek tadi mungkin jika ia erpergian ia selalu berjalan beribu2 meter dan itupun hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semalam.tek hatikupun terdiam dan akupun tertegun mendengar jawaban itu.Terlihat olehku bagaimana ayahnya sangat kaget mendengar jawaban seperti itu.kemudian ayahnya pun kembali bertanya"lalu bagaimana uang jajanmu satu minggu kedepan? (jadi uang Rp.30.000 itu uang jajan sang anak selama satu minggu) sang anak pun menjawab"yah dengarlah aku masih mempunyai orang yang mencintaiku dan menyayangiku setiap saat di dunia ini yaitu ayah dan ibu, coba ayah lihat kakek tua tadi mungkin hidupnya hanya sebatng kara didunia ini, jadi aku yakin apa yang aku inginkan akan diberikan asalkan itu asalkan itu permintaan yang tidak merepotkan dan dilakukan dengan cara kebaikan. balas sang anak, lalu sang ayah pun kembali mengujinya dengan bertanya, "kok kamu yakin sih ayah dan ibu akan mengembalikan uang mu ayah engga janji loh". ayah aku sangat yakin ayah akan mengembalikan uangku. ayah jika ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari tuhan yang dititipkan kepada ayah dan ibu, maka aku sangat yakin ayah dan ibu tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua tadi, sontak saja aku hanya kaget dan terkagum dengan jawaban anak ini, sama seperti sang ayah yang mungkin sudah kehabisan kata-kata, dan sanggat terkagum dengan anaknya, kemudian sang ayah pun berdiri dari kursinya dan lalu berjongkok sambil memegangi kedua pundak anaknya dan berkata" ayah berjanji akan menjagamu dan merawatmu sampai tuhan yang menentukan batas umur ini, sambil mata sang ayh berkaca2. lalu dengan
Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak membalas,“Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan ibu sangat mencintai dan menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan ibu, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan ibu hidup seperti kakek tua itu. kemudian dengan perasaan haru hatikupun bergetar aku memutuskan untuk pergi dan meninggalkan taman.Dari kejauhan terlihat sang ayah menangis dengan haru dan memeluk anaknya dengan rasa cinta yang dibarengi dengan kasih sayang.Aku bingung mengapa anak sekcil itu mampu berfikir seperti itu, kadang aku pun tidak pernah memfikirkan hal seperti ini, dan diperjalanan pulangpun aku berfikir ini seperti sebuah sinema telenovela dimana aku menjadi pemeran figuran dan anak dan sang ayahpun menjadi pemeran utama.
Kawan untuk itu kita harus mencintai, menyayangi, menghormati, menghargai semua orang di sekeliling kita, karna kelak kita juga akan dicintai, disayangi, dihormati, dandihargai oleh orang-orang spesial dan paling istimewa didalam kehidupan kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar